Blogger templates

 

Minggu, 16 Juni 2013

OVER BIRAHI & DROP

0 komentar


PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
- Berikan Mentimun selama 2 hari berturut-turut
- Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
- Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
- Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama


PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
- Berikan buah Apel 4 hari berturut-turut
- Perbanyak campuran Lin Seed, Niger Seed dan biji Fumayin pada pakan bijiannya.
- Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
- Mandi dibuat 2 hari sekali saja
- Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Kenari lain dahulu
- Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

Snot atau coryza Pada Burung Kenari

0 komentar



Berikut ini saya akan mencoba mengulas tentang penyakit SNOT (PILEK UNGGAS / Coryza) pada LB maupun pada burung Kenari berdasarkan pengalaman saya. Biasanya LB/Kenari akan mudah terkena SNOT (PILEK UNGGAS / Coryza) apabila mengalami perubahan cuaca, saran saya apabila baru membeli LB dari manapun coba pertama kali memandikan burung dengan Antiseptik, guna mencegah terjadinya(PILEK UNGGAS / Coryza). Dan tidak mengantang LB / Kenari yg baru pada malam hari diluar.

SNOT sering disebut juga Coryza merupakan salah satu dari banyak penyakit pernafasan yang juga dapat menimbulkan suara seperti ngorok. Snot disebabkan oleh bakteri haemophilus paragalinarum yang merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang pendek atau cocobacililli (jika dilihat dengan mikroskop J ), tercat polar, non motil, tidak membentuk spora dan fakultatif anaerob. Sampai saat ini di Indonesia diketahui ada 3 serotype Coryza yaitu A, B dan C namun ada serotype lain yang merupakan varian B atau ada juga menyebutkan serotype non-ABC. Sebenarnya bakteri ini mudah mati jika berada diluar tubuh inang/ LB/ KENARI yaitu akan mati sekitar 4 jam namun akan sedikit lebih bertahan jika bakteri ini berada dalam eksudat/ lendir/ ingus yaitu bisa antara 1-3 hari.Gejala klinis yang paling awal dapat ditemukan pada LB/Kenari adalah mata berair, selaput dalam mata keluar, sering mengesekan mata ke tangkringan, dan ngantukan. Efek dari penyakit ini menyebabkan penurunan nafsu makan dan minum serta terjadinya stress berat. Akibatnya daya tahan tubuh melemah dan LB/KENARI akan mudah terserang penyakit (nyilet) dan lainnya. Memang seperti yang tertulis dibanyak literatur bahwa angka kematian akibat coryza tidak terlalu tinggi namun angka kematian coryza yang berkomplikasi dengan penyakit lainnya menjadikan infeksi coryza yg harus diwaspadai.

Adapun Obat utk penyakit ini adalah Antibiotika Spectrum Sempit dan Vitamin pendukung dan salep mata.

Adapun cara penangan penyakit ini adalah sbb ;
1. Memisahkan burung yang sakit ke sangkar berkerodong dan tidak dilakukan penjemuran. Taruh pada suhu kamar. Lakukan hal ini sampai burung benar-benar sembuh.
2. Menjauhkan dari burung burung yg sehat, guna mencegah penularan.
3. Pastikan setiap hari sangkar harus dibersihkan dengan disekfektan atau air panas, guna mematikan bakteri diluar inang. Dan pastikan kandang tidak lembab serta kering.
4. Berikan / Minumkan 2 tetes propolis ke LB, 1 Tetes untuk Kenari 2X dalam sehari.
5. Tetesan salep mata Oxytetracycline 3 X dalam sehari. (min 2x sehari).
6. Berikan minuman matang yg dicampur vitamin becombion drop setiap hari harus diganti.
7. Insya Allah selama seminggu akan sembuh. (paling lambat 2 minggu).

Faktor Cuaca Menjadi Dominan Dalam Ternak Kenari

0 komentar
Tidak selamanya usaha barjalan mulus sesuai dengan apa yang kita harapkan. Beternak kenaripun terkadang menemui batu sandungan ketika berhadapan dengan cuaca. Apalagi dampak iklim global yang kurang menentu dewasa ini, mengakibatkan cuaca ekstreem melanda di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya terasa di satu sektor saja. Akan tetapi, hampir menyeluruh di semua lini aktifitas kehidupan makhluk bernyawa. Begitu juga dengan kendala yang dialami Yaya (40), peternak kenari asal Mojokerto ini. Ketika musim panas beberapa bulan yang lalu, selama 4 bulan
 dari ke-8 kandang atau pasangan kenari yang dimiliki. Ia telah membuang telur sebanyak 50 butir karena gagal menetas. Pada masa pengeraman pertama dan kedua, banyak ditemui kegagalan itu. Setelam memasuki masa tetasan ke-2 dan ke-3, satu demi satu piyikan kenari dikumpulkan. Dari ke- 26 ekor anakan/piyikan yang terkumpul, hanya 10 ekor yang selamat. Karena, menginjak usia 2 minggu banyak piyikan yang mati secara mendadak.
Hasil minim yang dapat dicapainya itu pun bukan lantaran kebetulan saja. Akan tetapi, merupakan suatu buah hasil dari  berbagai upaya yang dicapainya dalam mengatasi cuaca panas beberapa waktu yang lalu.
Ketika pasangan indukan mengerami telur, suhu udara didalam ruangan yang over panas dinormalkan. Dengan menggunakan perangkat pendingin buatan yang relative simple. Karena, pernah dicoba dengan AC pendingin ruangan malah gagal total. Banyak telur yang tidak menetas, kenari banyak yang mati, baik indukan maupun piyikannya. Bahkan, kenari-kenari lainnya yang berada didalam ruangan yang ber-AC itu pun banyak yang sakit atau mati.
Menyimak serta mengamati system kerja kipas angin blower yang memakai media air atau air es. Yaya menciptakan alat pendingin buatan. Dengan memanfaatkan aquarium bekas yang dimodifikasi. Bagian atasnya dipasang pipa yang tersambung dengan pompa air aquarium dan digantungkan selembar handuk. Handuk diupayakan tetap basah dengan cara memompakan air yang biasanya digunakan untuk sirkulasi air didalam aquarium. Handuk yang kontinyu dalam kondisi basah, ditiup terus-menerus dengan kipas angin yang saling berdekatan. Suhu ruangan dapat dikondisikan dengan mengatur besar kecilnya volume yang disesuaikan dengan kecepatan kipas angin.

Rawatan dan Pemasaran Piyikan

Sementara pasangan kenari yang ditangkarkan dipilih yang bermaterikan warna dan irama suara. Kenari sunkis merah dan wortel dof yang punya materi suara bagus menghuni di setiap kandang yang dimilikinya. Rata-rata piyikan disapih dari indukannya sejak usia 23 hari, setelah dipantau sudah belajar makan sendiri. Campuran pakan yang dikonsumsikan merupakan komposisi 5 kg kenari seed, 1/2 kg biji sawi dan 1/4 kg biji lobak, setelah dicuci dan dikeringkan dengan cara di-sangri atau di-gongso. Ditambahkan 1ons niger seed untuk memepercepat pertumbuhan piyikan. Karena kandungan lemak dalam butirannya lebih tinggi.
Mengenai pemasaran piyikan sangatlah mudah. Para penikmat kenari pada berdatangan kerumahnya. Untuk medapatkan seekor piyikan umur 2 bulanan hasil pasangan kenari sunkis merah mereka dipatok harga sekitar 700-an ribu rupiah. Sementara untuk piyikan umur 2 bulanan hasil pasangan wortel dof  harga yang ditawarkan 300-an ribu rupiah.  

Sabtu, 15 Juni 2013

Anakan lemah atau mati di dalam sarang

0 komentar







Penyebab dari masalah tersebut antara lain :
  • Kematian anakan bisa terjadi akibat kelalaian dari induknya, terutama induk muda yang masih belum berpengalaman.
  • Induk betina terkena penyakit atau mengalami sakit sehingga tidak merawat anak-anaknya sebagaimana mestinya.
  • Kesalahan dalam pemberian pakan.
  • Infeksi karena penyakit akibat kurang terjaganya kebersihan sarang.

Anakan tidak bisa keluar dari cangkang telur

0 komentar







Penyebab dari masalah tersebut antara lain :
  • Kulit telur yang terlalu kering. Suhu rendah bisa menghambat penetasan. Anakan yang siap menetas tapi dalam kondisi lemah jelas  tidak dapat meretakkan cangkang telur dan  keluar pada waktunya, terutama jika cangkang terlalu tebal atau padat. Di sinilah Anda bisa memberikan bantuan dengan memecah cangkang telur, tapi harus hati-hati.
  • Adanya infeksi dan kekurangan gizi pada induknya.
  • Kepala anakan terjebak di bawah sayap kirinya, sehingga tidak bisa bergerak untuk menghancurkan kulit telurnya, dan akhirnya mati sebelum keluar dari telur.
  • Hal yang sama juga dialami oleh anakan yang kakinya berada di atas kepalanya.

Telur fertil, tetapi gagal menetas

0 komentar







  • Ada kalanya telur yang gagal menetas adalah karena penangkar sering mengangkat burung betina dari sarangnya, atau selalu “mengganggu” betina saat mengerami telur-telurnya. Gangguan dari binatang lain seperti tikus, kucing, serangga, suara berisik (polusi suara), bau gas, atau bau yang tidak menyenangkan (polusi udara), atau adanya burung lain di sekitar sarang, juga harus dihentikan secepatnya. Khusus untuk serangga seperti kutu, nyamuk, semut, tungau maupun parasit lainnya bisa diatasi dengan FreshAves.
  • Telur kurang mendapat kehangatan selama masa inkubasi (pengeraman). Bisa karena jumlah telur yang dierami terlalu banyak, atau induk sering keluar dari sarangnya.
  • Kulit telur retak, misalnya karena tergores kuku burung yang panjang. Celah kecil pada kulit telur sudah bisa membunuh embrio di dalamnya. Selain retak, telur juga berpotensi pecah karena gerakan spontan dari induk saat kaget atau ketakutan.
  • Telur yang sudah terinfeksi bakteri dari luar. Beberapa jenis bakteri seperti Salmonella dapat menembus kulit telur hingga masuk ke dalam telur. Untuk menghindari kemungkinan buruk seperti ini, taburkan serbuk FreshAves di bawah sarang. Lakukan ketika induk sedang keluar dari sarang untuk makan atau minum.
  • Kesalahan dalam pemberian makanan, misalnya terlalu kering atau terlalu lembab.
  • Penyakit keturunan yang mempengaruhi perkembangan janin dalam telur.

 > Sebagian besar telur menjadi busuk
Telur busuk adalah proses di mana isi dari telur tersebut telah membusuk setelah masa inkubasi. Beberapa penyebab telur membusuk antara lain kurangnya masa inkubasi (pengeraman), embrio yang sudah mati di dalam telur karena terkena infeksi bakteri, kelainan genetik, ditelantarkan induk, makanan yang dikonsumsi induk kurang bergizi, dan beberapa sebab lainnya.

> Sebagian besar embrio mati di dalam telur
Sudah dijelaskan dalam poin telur gagal menetas, telur rusak, dan telur busuk

> Burung sudah bertelur, tetapi telur rusak
Telur yang rusak ada kalanya disebabkan oleh keracunan gas seperti karbondioksida (CO2) maupun gas beracun lainnya seperti hydrocarbon atau chlorinated. Gas-gas ini akan menempel dalam cangkang telur dan menyebabkan kerusakan di dalam telurnya.






Burung Kenari sudah bertelur, tetapi infertil

0 komentar


Penyebab dari masalah tersebut antara lain :
  • Kualitas sel sperma burung jantan kurang baik, terutama pada burung yang baru beberapa pekan mencapai umur dewasa kelamin.
  • Ukuran tubuh salah satu burung terlalu besar untuk pasangannya, baik jantan maupun betinanya.
  • Kuku dari burung jantan mungkin terlalu panjang, sehingga menyakiti burung betina saat melakukan ritual kawin, sehingga betina selalu berontak.
  • Kloaka dari induk betina dan jantan tidak melekat dengan erat, akibat terhalang bulu-bulu kecil di sekitar kloaka mereka. Sebagaimana burung jantan pada umumnya, kenari tidak memiliki penis untuk mengawini betina. Saat kawin, jantan hanya menempelkan kloakanya ke kloaka betina. Saat itulah sperma pejantan masuk ke saluran reproduksi betina. Sel sperma bisa memancar dengan baik jika kloaka kedua induk saling menempel dengan rapat. Kloaka kedua burung tidak akan menempel rapat jika terlalu banyak bulu di sekitar kloaka jantan, atau betina, atau keduanya. Cobalah periksa kloaka dari kedua induk yang sudah dijodohkan. Jika banyak bulu-bulu halus, silakan pangkas hati-hati menggunakan gunting kecil.
  • Burung jantan yang dalam kondisi tidak sehat atau kekurangan gizi, sehingga menjadi kurang subur.
  • Burung dalam kondisi mabung. Solusinya ya tunggu dulu sampai selesai mabung.

Burung Kenari sudah kawin, tapi tidak kunjung bertelur

0 komentar









Penyebab dari masalah tersebut antara lain :
  • Kemungkinan burung bukan sepasang atau sama jenis kelaminnya. Ketika keduanya terlihat rukun dan akrab, Anda mengiranya jantan dan betina, tapi ternyata berjenis kelamin sama. Silakan cek kembali artikel mengenai ciri jantan dan betina.
  • Gairah kawin rendah, baik induk betina, induk jantan, maupun keduanya.
  • Burung betina yang mengalami gangguan dalam sistem reproduksinya.
Untuk dua kondisi yang disebutkan terakhir, Anda bisa menggunakan BirdMature (BMR), dan lihat efeknya sekitar 1-2 minggu kemudian. Fungsi utama BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. Tetapi dampaknya juga dapat dirasakan oleh piyik yang dihasilkannya, karena anakan akan memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih bagus, menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan, serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.