Tidak selamanya usaha barjalan mulus sesuai dengan apa yang kita
harapkan. Beternak kenaripun terkadang menemui batu sandungan ketika
berhadapan dengan cuaca. Apalagi dampak iklim global yang kurang menentu
dewasa ini, mengakibatkan cuaca ekstreem melanda di berbagai belahan
dunia, termasuk di negara kita.
Dampak yang ditimbulkan tidak
hanya terasa di satu sektor saja. Akan tetapi, hampir menyeluruh di
semua lini aktifitas kehidupan makhluk bernyawa. Begitu juga dengan
kendala yang dialami Yaya (40), peternak kenari asal Mojokerto ini.
Ketika musim panas beberapa bulan yang lalu, selama 4 bulan
dari
ke-8 kandang atau pasangan kenari yang dimiliki. Ia telah membuang
telur sebanyak 50 butir karena gagal menetas. Pada masa pengeraman
pertama dan kedua, banyak ditemui kegagalan itu. Setelam memasuki masa
tetasan ke-2 dan ke-3, satu demi satu piyikan kenari dikumpulkan. Dari
ke- 26 ekor anakan/piyikan yang terkumpul, hanya 10 ekor yang selamat.
Karena, menginjak usia 2 minggu banyak piyikan yang mati secara
mendadak.
Hasil minim yang dapat dicapainya itu pun bukan lantaran
kebetulan saja. Akan tetapi, merupakan suatu buah hasil dari berbagai
upaya yang dicapainya dalam mengatasi cuaca panas beberapa waktu yang
lalu.
Ketika
pasangan indukan mengerami telur, suhu udara didalam ruangan yang over
panas dinormalkan. Dengan menggunakan perangkat pendingin buatan yang
relative simple. Karena, pernah dicoba dengan AC pendingin ruangan malah
gagal total. Banyak telur yang tidak menetas, kenari banyak yang mati,
baik indukan maupun piyikannya. Bahkan, kenari-kenari lainnya yang
berada didalam ruangan yang ber-AC itu pun banyak yang sakit atau mati.
Menyimak
serta mengamati system kerja kipas angin blower yang memakai media air
atau air es. Yaya menciptakan alat pendingin buatan. Dengan memanfaatkan
aquarium bekas yang dimodifikasi. Bagian atasnya dipasang pipa yang
tersambung dengan pompa air aquarium dan digantungkan selembar handuk.
Handuk diupayakan tetap basah dengan cara memompakan air yang biasanya
digunakan untuk sirkulasi air didalam aquarium. Handuk yang kontinyu
dalam kondisi basah, ditiup terus-menerus dengan kipas angin yang saling
berdekatan. Suhu ruangan dapat dikondisikan dengan mengatur besar
kecilnya volume yang disesuaikan dengan kecepatan kipas angin.
Rawatan dan Pemasaran Piyikan
Sementara
pasangan kenari yang ditangkarkan dipilih yang bermaterikan warna dan
irama suara. Kenari sunkis merah dan wortel dof yang punya materi suara
bagus menghuni di setiap kandang yang dimilikinya. Rata-rata piyikan
disapih dari indukannya sejak usia 23 hari, setelah dipantau sudah
belajar makan sendiri. Campuran pakan yang dikonsumsikan merupakan
komposisi 5 kg kenari seed, 1/2 kg biji sawi dan 1/4 kg biji lobak,
setelah dicuci dan dikeringkan dengan cara di-sangri atau di-gongso.
Ditambahkan 1ons niger seed untuk memepercepat pertumbuhan piyikan.
Karena kandungan lemak dalam butirannya lebih tinggi.
Mengenai
pemasaran piyikan sangatlah mudah. Para penikmat kenari pada berdatangan
kerumahnya. Untuk medapatkan seekor piyikan umur 2 bulanan hasil
pasangan kenari sunkis merah mereka dipatok harga sekitar 700-an ribu
rupiah. Sementara untuk piyikan umur 2 bulanan hasil pasangan wortel
dof harga yang ditawarkan 300-an ribu rupiah.